Trophy Pertama Naila

Moment apa yang paling membahagiakan bagi kalian?

Dapat transferan dana sebesar 20 juta ke rekening secara tiba-tiba, tahun baru mendapat kenaikan jabatan yang mengejutkan, dapat voucer liburan ke Korea sekeluarga gratis, mendapat pacar baru sebelum tahun baru datang atau melihat mantan yang sudah bahagia di pelaminan orang, hahaha.

Setiap orang punya hal atau moment yang bisa membuatnya bahagia, bahkan dari hal kecil sekalipun. Seperti pengalaman saya waktu nge-kos dulu, yang mana isi dompet sudah sangat menipis dipenghujung bulan. Bahkan untuk biaya makan besoknya, mungkin hanya cukup untuk sarapan saja.

Namun alangkah bahagianya ketika ada teman kos yang tiba-tiba merasa iba kepada saya dengan memberikan beberapa lembar uang sepuluh ribuan. Air mata bahagia saya mengucur deras tak tebendung dengan keajaiban seperti ini (bagian air mata di sini merupakan fiksi belaka, dibuat untuk melebih-lebihkan biar terlihat lebih lucu saja) meskipun ijab qobulnya dibayar “hutang” #Tsah

Namun ketika sudah berkeluarga, valuemembahagiakan” di sini tidak terfokus dengan hal berbau materi ataupun tentang rasa bahagia untuk diri sendiri. Melainkan kepada rasa bahagia yang bisa ber-efek kepada orang di sekitar kita.

Misalnya saat  mendapat kucuran dana dari kerjasama dengan orang bule kemarin. Secara umum, bahagia dong dapat beberapa dollar begitu saja dari orang bule. Namun lebih bahagia lagi ketika dana tersebut saya gunakan untuk membelikan sesuatu yang sangat diinginkan anak. Rasa bahagia itu keluar begitu saja saat melihat tawa serta malu-malu dari anak saat menggunakan jam Imoo (Imoo KW yang saya beli di event 12.12 dengan gratis ongkir pula) yang saya belikan.

Nah dari sini, nilai “membahagiakan” seseorang yang sudah berkeluarga itu tidak akan lepas dari kebahagiaan dari keluarganya itu sendiri, entah itu kebahagiaan pasangannya maupun kebahagiaan anak.

Baca Juga :  Mengutip Si Pembuat Nyaman, Yang Ingin Pulang

Mungkin hal tersebut juga yang membuat saya sering menolak ajakan liburan (pergi berlibur menggunakan motor) dari teman-teman. Selain saya kesusahan kalau mengajak kedua anak saya naik motor dengan jarak yang jauh, juga kebanyakan ajakan tersebut perjalanannya dimulai pada malam hari (misalnya hendak ke pantai).

Bisa saja saya berangkat sendiri, namun rasa bahagia saya tak akan sempurna tanpa mereka. Jadi, jika ada teman blogger yang kebetulan berada di kota sekitar saya tinggal dan ingin mengajak kopdar, namun saya sering menolak dan tidak bisa hadir, mungkin itu adalah salah satu alasannya.

Tentang Trophy Pertama Naila

Karena Duniaku ada di dalam keluargaku” mungkin itu kata yang tepat untuk mendiskripsikan apa yang saya lakukan sekarang.

Saya menyadari betul bagaimana khawatirnya orang tua saya terhadap saya dulu, apalagi ketika saya tidak pulang ke rumah sepulang sekolah tanpa kabar (waktu itu jarang yang punya hp). Saya jadi merasakannya sekarang ketika anak saya pergi bermain ke luar rumah tanpa pamit hingga waktu makan belum ada kabar pulang.

Ternyata begini yah jadi orang tua”.

Apa-apa yang ada, hal yang pertama diingat adalah anak. Bahkan jika saya boleh bercita-cita lagi, maka cita-cita saya juga akan tetap berhubungan dengan anak. Misalnya bisa menyekolahkan hingga perguruan tinggi yang mana ayahnya tidak bisa mencapai ke level itu.

Pencapaian anak juga akan menjadi pencapaian orang tuanya juga. Misalnya anak bisa lulus dengan nilai yang baik, tentu sebagai orang tua akan bangga dan secara tidak langsung ikut merasakan pencapaian itu juga. Terlebih jika anak yang dibesarkannya bisa nurut dan baik kepada orang tua meskipun sudah berkeluarga sendiri. Dan anak yang soleh dan sholihah adalah pencapaian tertinggi sebagai orang tua baik di dunia maupun untuk akherat nanti.

Baca Juga :  Ikutan Demam “Om Telolet Om” Juga

Dan kali ini, saya ingin menunjukkan betapa bangganya saya melihat tropy pertamanya Naila yang dia dapat dari event lomba mewarnai antar TK se-kecamatan.

Thropy pertama naila

Tidak penting hadiahnya sih! Melihat dia kegirangan sambil lompat-lompat saat pulang sekolah membawa piala, itu sudah menjadi hal yang paling membahagiakan bagi saya. Terlebih piala ini adalah piala pertama kali yang dia dapat selama 3 tahun sekolah TK (harus mengulang TK lagi karena masalah umur) dan mengikuti event seperti itu berulang kali.

Thropy pertama naila

Meskipun juara harapan, bagi saya, dia adalah harapan baru bagi kehidupan saya.

#Menuju Bahagia Dan Melampauinya

[AI]

Advertisements
Share This :

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.