Kembali Menekuni Olaraga Lagi Agar Kurusan Dan Tampan

olaraga pagi

Mungkin sudah lebih dari 50 purnama saya tidak pernah berolaraga lagi, bahkan saya gantung sepatu dan tidak melakukan aktifitas main sepak bola lagi semenjak sahabat saya “Del Piero” juga memutuskan untuk jadi komentator di sebuah stasion televisi, hehehe.

Hasilnya, saya mulai terlihat lebih gendut dan montok. Dulu sewaktu single bobot saya tak pernah lebih dari 58 kg, Setelah menikah bobot saya stagnan di angka 64 kg, meskipun masih aktif berolaraga.

Kalau sekarang berapa kak?

Lebih baik hal ini dirahasiakan, takutnya kalau saya bicarakan di sini banyak yang tak percaya bahkan bisa membelot dari keyakinannya, hahahaha.

Yang jelas bobot saya naik seperti grafik reksadana model syariah, meskipun naiknya sedikit namun terus meningkat dari waktu ke waktu. Di situlah kadang saya merasa syedih sekaligus bahagia.

Bahagianya tuh bukan karena berhasil meningkatkan grafik kegendutan saya, melainkan kegendutan saya ini tanda keberhasilan istri membahagiakan suaminya #eh.

Namun tahukah kalian bahwa menjadi gendut itu tidak enak? Bukannya tidak bersyukur yah, namun saya rasa ini cuma kekecewaan dalam diri saja (sama aja kali).

Saat menjadi mode gendut banyak yang saya rasakan dalam diri saya. Yang jelas tubuh saya makin berat terlebih untuk dibuat melangkah. Selain itu tubuh saya juga lebih mudah berkeringat padahal ruangan kerja saya itu ber-AC.

Dan dampak yang paling signifikan adalah pakaian dan celana saya yang makin mengecil.  Mungkin ini dikarenakan keseringan dicuci dan dijemur secara bersamaan, jadinya pakaian mengalami pengerutan akibat terkena elemen air dan elemen panas secara bersamaan, yang menyebabkan tidak muat saat saya pakai, wkwkwk.

Karena alasan-alasan itulah saya mencoba mulai untuk berolaraga lagi. Saya ingin mengecilkan nominal berat badan saya sekaligus membudidayakan hidup sehat dengan berolaraga.

Kalau untuk mulai olaraga berat seperti sepak bola dan futsal, rasanya saya tidak sanggup. Selain masalah waktu yang sulit saya sempatkan karena main sepak bola itu biasanya sore dan bertepatan dengan menyiapkan anak-anak mandi dan ngaji, juga perihal rasa sungkan dan malu untuk memulainya lagi.

Akhirnya saya mencari olaraga lain yang kiranya itu tidak bertabrakan dengan rutinitas harian saya serta olaraga tersebut bisa saya kerjakan dengan santai.

Pengen tahu olaraga apakah yang saya lakukan sekarang?

“Bodoh amat kak, emang situ siapa harus dikepoin?”

 Hahahaha

Berikut 3 aktifitas olaraga santuy yang sedang saya usahain untuk menurunkan berat badan.

Baca Juga :  Kenali 3 Syarat Probiotik Yang Baik Untuk Anak

Lari Santai Tiap Hari Minggu

lari pagi pakai kacamata lari
Source image by hitechglitz.com

Aktifitas rutin pada hari Minggu saya, kalau tidak ke car free day, yah ke Taman dayu buat nyenengin anak. Taman dayu itu semacam tempat kuliner serta tempat refreshing yang cukup dekat dan murah bagi saya.

Di sana ada outbond yang kurang terawat, namun cukup untuk buat anak senang. Selain itu sepanjang jalan Taman dayu hingga kawasan villa Taman dayu, terdapat jogging track yang cukup asri untuk dibuat lari pagi.

Jadinya saya menyempatkan diri untuk lari pagi setiap hari Minggu di sana, sedangkan istri tetap di outbond bersama anak-anak.

Meskipun cuma lari pagi, namun saya selalu membawa perlengkapan alat pendukung guna mengoptimalkan olaraga lari tersebut. Perlengkapannya yakni pakaian lengkap (ya iyalah, masak telanjang), pakai sepatu, dan tak lupa bawa Smartband.

Smartband selalu saya pakai selain untuk menunjukkan jam, juga saya sering kepo ngukurin detak jantung kalau saat lari. Smartband juga bisa ngukur langkah dan jarak yang sudah kita tempuh.

Pemilihan sepatu untuk lari juga perlu diperhatikan agar tidak terjadi cedera. Gunakan saja sepatu yang cukup ringan untuk melangkah seperti sepatu model sneakers yang memang diperuntukkan untuk olaraga.

Sepatu sneakers ini juga cukup digandrungi oleh anak muda, ditambah dengan paduan smartband yang saya pakai jadi terlihat lebih keren lagi.

Selain pakai sepatu dan smartband, menggunakan kacamata lari juga menambah aura ketampanan saya lebih maksimal. Sayangnya tidak ada foto yang memperlihatkan ketampanan maksimal saya saat itu karena istri tidak ikutan lari pagi.

Tenis Meja Tiap Kerja Malam Hari

Olaraga ketiga adalah bermain tenis meja di perusahaan pada jam istirahat. Tidak hanya main tenis meja saja melainkan ada sebuah kompetisi antar karyawan. Hadiahnya sih tidak seberapa, hanya cukup untuk makan satu paket bucket di KFC. Namun aroma persaingan dan gengsi tersaji dalam kompetisi ini.

Saya sih tidak jago-jago amat main tenis meja, namun lumayan lah bisa ngembaliin setiap bola itu sudah cukup.

Olaraga ini terlihat sepele dan seperti tidak butuh tenaga ektra kalau dilihat dari ringannya bola pimpong juga bednya (pemukul). Namun saat pertama kali mencoba, keringat bercucuran setelah selesai 2 set.

Biarpun gerakannya cuma ke kanan dan ke kiri, namun sangat cukup untuk membakar kalori tiap hari.

Baca Juga :  Tips Memilih Genset Sesuai Kebutuhan Pabrik

Renang Tiap Hari Senin Dan Jum’at

Menekuni Olaraga renang lagi

Kenapa harus Senin dan jum’at?

Saya tau bahwa hari Senin dan Jum’at merupakan hari kerja dan tak mungkin sebenarnya saya renang di hari itu kalau saya sedang bekerja. Pulang kerjapun rasanya juga tidak mencukupi waktunya karena kolam renangnya tutup sekitar jam 5 sore dan saya pulang kerja sektar jam setengah 5 sampai di rumah.

Saya hanya melakukan aktifitas renang tersebut disaat saya masuk kerja malam, jadi siangnya saya bisa melakukan aktifitas renang. Sengaja memilih hari senin dan jum’at dikarenakan pergantian air kolam renang diganti setiap hari kamis malam dan minggu malam. Jadi pas hari senin dan Jum’at air kolam renangnya masih fresh.

Dalam tiga bulan ini saya mulai ketagihan olaraga renang ini. Dulu mah saya hobi banget renang di sungai sewaktu kecil dulu. Berangkat rapi dan bersih, pulang-pulang baju basah semua ditambah mata memerah.

Awalnya saya tidak bisa renang, kalau mengambang sih bisa. Intinya saya tidak tenggelam itu sudah cukup.

Namun akhir-akhir ini saya mulai mendalami olaraga renang ini. Saya diajari berbagai gaya renang oleh teman saya. Sebelumnya saya cuma bisa menggunakan gaya anjing merenang dan gaya Kentung, yakni gaya renang terlentang dan mengambang.

(Note: kentung adalah salah satu tokoh di serial TV tuyul dan mbak yul, jika kalian ingat dan mengerti siapa itu kentung, berarti kita seumuran, wkwkwkwk)

Kata teman saya, olaraga renang di samping menyehatkan dan sangat efektif dalam menurunkan berat badan, renang juga cukup efektif dalam menghilangkan patah hati.

Katanya lagi, dengan berenang, semua rasa kecewa, benci hingga terluka bisa luntur. Di dalam kola renang terdapat kenyaman dan kesunyian yang sangat pas untuk mengobati patah hati.

Tapi entahlah, saya kan sudah tidak pernah patah hati semenjak menikah. Jadi tidak bisa membuktikan cara itu ampuh atau tidak untuk patah hati.

Jadi, kalau kalian sedang patah hati sekarang, coba deh gunakan cara ini, siapa tau ampuh. Terus tuliskan deh di kolom komentar sebagai testimoni, hahahaha.

Dengan ketiga aktifitas tersebut, akhirnya berat badan saya mengalami penurunan yang lumayan signifikan. Hanya dalam 1 bulan melakukan kegiatan tersebut, berat badan saya turun 0,5 kg.

Dikit banget yak

Meskipun tidak banyak, namun dampak turunnya berat badan tersebut sangat berpengaruh pada kenyamanan saat menggunakan celana. Setidaknya hal tersebut terlihat jelas dari penekanan pada perut saya yang sebelumnya terasa sakit karena celana yang kesempitan.

Nah kalau kalian, masih aktif berolaraga tidak? Eh pertanyaan ini khusua untuk yang sudah nikah yah, soalnya kebanyakan dari yang sudah nikah jarang berolaraga saat pagi, maunya yang olaraga malam doang, huhuhuhu.

Menuju bahagia dan melampauinya

[AI]

Advertisements
Share This :

2 Replies to “Kembali Menekuni Olaraga Lagi Agar Kurusan Dan Tampan”

  1. Banyak juga olahraga yang dijabanin.. Lama lama bisa ikutan ufc tuh

  2. Btw, itu fotonya cewek sengaja ya, knp gak foto cowok or Mas Ir sendiri? Haha…ah, prtnyaan gak penting. ✌

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.