Membuat Blog Baru Dengan Tema Khusus (Niche)

Membuat blog baru lagi ?

Rasanya saya belum kapok-kapok membuat banyak blog di berbagai platform yang kemudian di terlantarkan begitu saja.

Pernah sih saya singgung di blog ini tentang membuat blog lagi di medium dan di blogger. Membuat blog di medium sebenarnya cuma iseng dan ikut-ikutan mas Diptra. Sempat beberapa kali posting artikel di sana kemudian terabaikan.

Jauh sebelum itu saya juga membuat konten di platform blogger dengan visi “ingin mengenalkan kota (kecamatan) Pandaan”. Namun akhirnya kandas di tengah jalan karena kesulitan membuat konten (jarang piknik) serta kesulitan setting SEO dan HTML yang tidak sepraktis WordPress (karena harus edit manual semua)

Pernah juga saya membuat konten ber-niche “tulisan dan blog” dengan platform blogger juga. Namun karena kurangnya ilmu, saya tidak percaya diri untuk melanjutkan membuat konten di sana.

Emang dasar deh, hobi saya tuh semacam ngabisin stock nama domain kemudian ditelantarkan begitu saja. Yah semacam nelantarin mantan gitu, huhuhu

Terus kalau udah punya pengalaman “nelantarin” seperti itu, kenapa buat blog lagi?

Kondisinya sekarang sudah berbeda, semenjak Naruto menjadi Hokage dan menciptakan era perdamaian baru, akhirnya saya mulai serius membuat blog baru ini.

Emang ada jaminan tidak ditelantarkan lagi?

Tidak dong! Kan saya buat blognya langsung di mapping domain, jadi blog ini berbayar loh.

Sebenarnya bukan alasan seperti itu yang membuat saya tidak ingin menelantarkan blog baru ini. Namun seperti pengalaman saya membuat blog baru dan kandas di tengah jalan, ada satu hal yang menfaktori kenapa akhirnya berhenti menulis sebuah blog.

Berkaca kepada blog Penadiri ini yang sudah 3 tahun mengudara, saya rasa ada satu hal yang membuat saya terus eksis dan konsisten mengisi konten blog ini (walaupun udah jarang membuat konten juga sih) dari pada blog yang lainnya.

Faktor utamanya adalah kesenangan dan pengalaman pribadi.

Saya menyadari bahwa blog baru yang saya buat dulu tidak sepenuh hati dalam membuatnya. Kontennyapun bukan sebuah pengalaman pribadi bahkan saya awam dalam membuat konten seperti itu.

Seperti halnya membuat blog dengan tema “blogger”. Membuat blog dengan tema blogger sebenarnya sudah banyak sekali orang yang membuatnya. Jadi peta persaingannya sangat berat sekali (rasanya mustahil untuk blogger pemula seperti saya) untuk memuncaki tangga lagu halaman pertama Google.

Untuk kontennya sendiri cukup mudah dalam membuatnya, toh banyak rujukan dan referensi yang bisa kita gunakan dalam membuat kontennya. Namun apa dengan itu sudah cukup?

Saya rasa konten yang dibuat dengan mencontoh dari rujukan blogger lain, hasilnya sangat tidak direkomendasikan. Meskipun kita pandai mengolah kata agar tidak terlihat sama, namun konten yang dibuat seperti itu tidak sedap dipandang dan terkadang lebih menyesatkan.

Baca Juga :  Lembur Yang Tak Dirindukan

Jauh lebih enak membuat konten yang sudah kita pahami betul dan kita memiliki ilmu untuk itu, misalnya saja membuat konten tentang pengalaman pribadi. Meskipun kontennya berbeda dari rujukan artikel lain di internet, namun karena ini pengalaman pribadi, ada nilai plus dengan bukti kongkrit dari sebuah pengalaman.

Toh setiap orang memiliki sudut pandang sendiri-sendiri bukan? Jadi tidak salah dong kalau kita menyajikan konten yang berbeda namun tetap berujukan dengan pengalaman pribadi sebagai sumbernya.

Yang jelas, konten yang dibuat dengan rujukan pengalaman pribadi biasanya alurnya lebih enak dibaca dan mengalir apa adanya.

Hal ini pernah aku buktikan sendiri dengan ikut lomba blog sana-sini. Dengan berbagai rujukan dan editing infografik sehari semalam, namun hasilnya gagal dan tidak memenangkan apa-apa.

Selain karena saya tidak berbakat ikut lomba blog (maklum bukan anak bahasa, cuma anak mama yang manja) juga setelah saya baca ulang artikel yang saya buat, memang pantas saya tidak memenangkannya, hahahaha.

Namun pernah sekali saya memenangkan lomba blog bahkan saya tidak menduganya akan memenangkan hal tersebut. Dengan konten apa adanya, alurnya ngalor-ngidul (menurut saya), dan infografiknya juga biasa saja, justru konten seperti itu memenangkan perlombaan tersebut.

Namun setelah saya kaji ulang, ternyata konten yang saya buat memang ngalor-ngidul namun tetap mengena isi kontennya. Semua saya tulis dengan segenap hati karena memang punya pengalaman pribadi soal konten tersebut.

Dengan berat hati dan sedikit rasa iba, akhirnya juri memutuskan bahwa artikel saya memenangkan perlombaan tersebut dan memenangkan sebuah honda civic yang bisa saya bawa pulang dengan mahar ginjal saya didonasikan, hahahaha.

Dari pengalaman tersebut, akhirnya saya menyadari bahwa membuat blog baru dibutuhkan tekad sekuat api dan diisi dengan segenap hati. Perlu ilmu dan pengalaman pribadi agar bisa membuat konten secara konsisten dan diterima oleh pembaca.

Karena konten yang baik bukan berarti konten tersebut berada di halaman pertama Google, melainkan yang bisa membuat pembaca bersimpati dan merasakan emosi saat membacanya. Kalau hanya untuk nangkring di halaman pertama Google, tribunnews aja bisa nangkring meskipun kontennya kadang menyebalkan dan tidak relevan.

Membuat Blog Ber-Niche Khusus

Membuat blog ber-niche khusus sebenarnya gampang-gampang susah, namun lebih mudah lagi kalau membuat blog gado-gado macam blog ini.

Blog ber-niche khusus akan membahas satu tema saja di artikelnya. Sedangkan blog gado-gado umumnya memiliki variasi jenis konten, sehingga penulisnya bisa punya banyak ide dalam membuat artikel.

Apakah membuat blog berniche itu susah?

Menurut saya sih, membuat artikel baik itu satu tema atau banyak tema, semua tergantung pada kebisaan kita sih. Jika kita membahas artikel yang sudah kita pahami dan kenali, seharusnya membuat konten ber-niche ataupun tema gado-gado bukanlah sesuatu yang sulit.

Baca Juga :  Langkah-langkah Site Redirect Blog Wordpress Lama Ke Wordpress Self Hosted

Namun kebanyakan dari blogger yang membuat blog ber-niche khusus, sering sekali memaksakan diri dalam membuat konten yang sebenarnya bukan keahliannya. Akhirnya yah seperti pengalaman saya, blog jadi tidak terurus dan terabaikan ke depannya.

Jadi ada baiknya jika kita ingin membuat blog, baik itu dengan satu tema ataupun banyak tema, usahakan membuat konten yang sudah kita pahami dan kuasai.

Untuk itu, saya meyakinkan diri untuk membuat blog baru lagi dengan tema khusus yang sudah saya pahami dan saya kuasai.

Blog Baru Kisah Ojek Online

Sama halnya blog Penadiri dengan moto “Catatan Hati Mengenal Diri” merupakan blog yang ingin saya isi dengan catatan-catatan pribadi untuk memperbaiki diri.

Begitulah pada awalnya, namun sekarang setelah mencicipi gurihnya sponsor konten dan adsense (yang baru cair setalah 2,3 tahun bekerja sama) akhirnya blog saya ini jadi blog gado-gado rasa nano-nano dicampur dengan nutrisari rasa jeruk maroko, Ambyar banget deh rasanya.

Namun biarlah, yang penting tetap eksis hingga sekarang dan semoga bisa eksis hingga satu dekade ke depan. Toh memang blog ini saya buat juga bertujuan agar menjadi sebagai prasasti untuk keturunan saya nantinya.

Blog baru saya bernama “Kisah Ojek Online” yang beralamatkan di kisahojol.com yang mengisahkan perjalanan saya selama menjadi driver ojek online.

Kepikiran membuat blog tentang ojek online ini berawal dari tawaran kerjasama contenplacement yang bertujuan menanamkan backlink ke sebuah situs pribadi tentang ojek online juga.

Dengan penuh hasrat dan adrenalin saya mulai bergejolak, akhirnya saya berpikiran “kenapa saya tidak membuat blog seperti itu juga yah”. Toh saya memiliki pengalaman soal itu juga. Akhirnya saya memberanikan diri untuk membuat blog baru ini.

Namun tidak serta merta saya langsung membuat blog tanpa pertimbangan terlebih dahulu. Saya tuh suka merencanakan suatu projek dengan perencanaan yang matang. Saya buatlah sebuah laman excell dan saya tuangkan semua unek-unek saya di situ.

Perencanaan itu mulai dari visi misi, nama domain, kategori yang ada hingga menciptakan 100 judul artikel sebagai syarat agar saya tidak kehabisan ide saat memulainya. Dan Alhamdulillah saya berhasil memulainya dan berproses mengisinya.

Untuk ke depannya, saya harus belajar lagi bagaimana setting blog di paltform blogger ini. Berbeda dengan platform Wordpress yang sangat memanjakan dengan adanya plugins yang User friendly dan SEO friendly, di blogger saya harus setting secara manual semuanya.

Yah semoga tekad dan mood saya terus konsisten agar blog ini tidak terabaikan lagi.

Eh jangan lupa, kunjungi blog baru saya yah. Follow blog dan fanspagenya serta sebarin deh ke semua teman-teman kalian biar pada tau, hahaha.

#Menuju bahagia dan melampauinya

[AI]

Advertisements
Share This :

7 Replies to “Membuat Blog Baru Dengan Tema Khusus (Niche)”

  1. Suwenee 2,3 tahunn… Saya juga coba bikin blog niche.. Akhinya terlantar… Untungnya percobaaan di blogspot hahaa

    1. lah kenyataan gitu mas gun, dengan CPC yang rendah ditambah klik yang sdikit tentu saja hasilnya cuma 2rb – 5rb perhari.
      untuk PO, tentu saja butuh 2 tahunan

  2. Selamat atas blog barunya mas. Semoga sukses dan konsisten nulis di sana ya. 😀

  3. Luar biasa. Dedikasinya adalah contoh yang terpuji. Membuat seratus judul adalah yang paling menarik. Dan menginspirasi. Terima kasih sudah berbagi. Salam untuk Mas Irawan.

  4. Karena konten yang baik bukan berarti konten tersebut berada di halaman pertama Google, melainkan yang bisa membuat pembaca bersimpati dan merasakan emosi saat membacanya.

    catet aahh catat…

    2.3 tahun itu lama bener yaaa. tapi selamat deeeehhh sudah gajiaaan 🤩🤩🤩

    1. Iya benar, tidak selamanya yang terbaik itu yang berada di halaman muka google.

      Dan juga hal yang bagus tidak mesti selalu banyak pengunjungnya, walaupun banyak pengunjung juga dapat sebagai indikasi hal yang bagus. Namun tak selalu. Contohnya kisah kisah panas.

      Oh iya.. Itu hosting untuk website yang baru di blogger ya? Cuma beli domain doank tapi hostingnya di blogger kah?

    2. hostingnya masih pakai blogspot, itu semacam ganti url aja menggunakan pihak ketiga.
      sama halnya di wordpress kan juga bisa dibuat gitu, namun butuh yang namanya redirect site yang bayarnta pertahun juga

Tinggalkan Balasan ke Agung Rangga Batalkan balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.