Belajar Menjadi Suami Romantis Dengan Hal Yang Sederhana

cinta antara laki-laki dan wanita

Kemarin malam saya mulai baca-baca lagi artikel lama di blog ini, niatnya sih biar dapat ide konten yang bisa saya tulis di bulan ini. Sempat tertawa dalam hati sih saat baca-baca artikel lama itu, terutama saat baca komentar-komentar yang masuk.

Beberapa tulisan memang terlihat jahat sekali terutama bagi yang masih single bin jomblo, seakan-akan saya sedang membully mereka melalui tulisan.

Sisi lain, saya juga melihat ada beberapa artikel yang saya buat memang terlihat sangat menarik, terutama tentang cinta dan jodoh. Seakan-akan saya terlihat seperti orang yang sudah banyak makan garam dan asinan dalam hal ini.

Namun pada kenyataannya, saya tuh awam banget perihal perasaan dan cinta.

Saya tuh kayak Naruto, agak bodoh meskipun terkadang sisi jeniusnya kadang keluar. Suka bercanda meskipun saya sering merasa kesepian (ini dulu loh). Dan paling penting, saya tuh tidak memiliki pengalaman pacaran sama sekali.

Jadi rasanya aneh sekali saat baca-baca artikel saya sebelumnya terutama tentang artikel cinta-cintaan gitu. Entah ide tulisan itu keluar dari mana, sepertinya saya kerasukan panglima tiangfeng saat menulis artikel tersebut.

Namun setelah difikir-fikir kembali, memang beberapa kejadian dalam hidup kita bisa jadi sebuah pembelajaran hidup yang sangat berharga. Bahkan pembelajaran hidup bisa kita petik dari kisah hidup orang lain juga. Dan yang paling banyak, saya mempelajari itu sesaat sudah menikah.

Memang benar kata orang bahwa menikah itu bukan akhir dari perjalanan panjang, namun di sinilah permulaan dari perjalanan hidup yang sebenarnya.

Di sinilah kita mulai belajar bagaimana untuk tidak mementingkan sisi egois dari diri kita, belajar memahami perasaan orang lain dari berbagai sudut pandang, dan beajar membuka kepekaan diri untuk kebahagiaan bersama.

Awalnya saya juga termasuk manusia yang sangat kekanak-kanakan, tidak bertanggung jawab dan sering mengabaikan perasaan orang. Namun sedikit demi sedikit saya mulai berkembang, saya belajar banyak dari permasalahan hidup saat berumah tangga. Tentu istri adalah orang terpenting dalam perubahan karakter dalam diri saya.

Seperti yang bisa diketahui bagi orang yang tidak pernah pacaran, kepekaan terhadap orang sekitar adalah problem terbesar dalam hidup berumah tangga. Saya sering membuat istri kecewa dan menangis saat awal pernikahan.

Hingga akhirnya saya sedikit demi sedikit bisa memahami apa yang harus saya lakukan agar bisa menjadikan keluarga kecil saya jadi tentram. Dan itupun berasal dari hal-hal yang sangat sederhana. Yakni menjadi suami romantis.

Dulu saya kira biar terlihat sebagai pria romantis, seorang pria harus bisa membuat baper perasaan wanitanya. Hal ini bisa dilakukan dengan kata-kata indah maupun rayuan yang menggoda. Memiliki ketrampilan musik juga bisa buat modal jadi pria romantis.

Pernah loh saya menghapalkan beberapa kata romantis biar bisa menggoda plus merayu istri (waktu itu masih tunangan) biar merasa nyaman dan senang. Namun hal tersebut mungkin akan berhasil jika sebelum menikah. Saat sesudah menikah, hal seperti itu tidak selalu bekerja.

Seperti kata-kata salah satu teman dalam status WhatsApp-nya “ Tidak harus jadi romantis, cukuplah dengan sebuah pengertian ”.

Baca Juga :  Semangat Pantang Menyerah

Hingga akhirnya saya sedikit memahami bahwa tak harus jadi pria romantis bin melankolis biar hubungan keluarga bisa tetap nyaman dan menyenangkan. Namun tindakan dengan penuh pengertian bisa sangat ampuh dalam membangun keluarga yang tentram.

Ada beberapa hal kecil yang saya pelajari saat sesudah berumah tangga yang sepertinya cukup romantis bagi pasangan. Dan beberapa hal tersebut bisa sangat efektif dalam memupuk rasa kasih sayang pasangan.

Yah setidaknya begitulah yang saya rasakan. Nah di bawah ini saya ingin tulisankan beberapa kisah menarik yang saya pelajari selama berumah tangga yang bisa menjadikan kita menjadi suami yang romantis.

memegang erat tangan istri tercinta adalah hal romantis

Sabar Dalam Menghadapi Percekcokan Rumah Tangga

Percekcokan dalam hubungan berumah tangga adalah hal yang lumrah, bahkan semua pasangan pasti akan mengalaminya. Apalagi bagi yang baru nikah.

Saya rasa percekcokan dalam hubungan suami istri itu memang harus ada, karena kita tidak akan tau kekurangan masing-masing jika belum ada percekcokan ini. Percekcokan itu semacam batu lompatan biar bisa berbahagia bersamanya.

Yah setidaknya begitulah yang saya rasakan, di setiap selesai percekcokan akan sesuatu dengan istri, perasaan sayang istri dan perasaan sayang saya juga makin tumbuh.

Maka dari itu “sabar” adalah hal terpenting yang harus suami miliki agar bisa bertahan dalam kondisi percekcokan dengan istri. Kenapa?

Hal yang harus kalian pahami tentang wanita adalah wanita itu tidak pernah salah. Dan jika sebenarnya wanita memang yang salah, maka kita sebagai laki-laki adalah penyebabnya. Begitulah kata bijak dari mario teguh, maka sebab itu sabar adalah obat termujarab dalam menghadapi wanita.

Dulu sewaktu pernikahan seumur jagung, saya sering beradu mulut dengan istri. Cekcok dengan hal yang remeh, bahkan cekcok dengan hal yang saya juga tidak mengerti penyebabnya.

Karena ke-egoisan masih sangat kental dalam diri saya, akhirnya istri sering menangis dan kecewa atas sikap saya. Namun dalam 7 tahun pernikahan ini saya mulai banyak belajar bahwa wanita itu tidak harus diberi pengertian terutama dalam keadaan marah dan kecewa, mereka sebenarnya cuma butuh pendengar yang setia untuk masalah unek-unek di dada dan orang yang bisa mengerti dia.

Nah maka dari itu, sabar adalah keterampilan yang terlihat sepele namun sangat penting dimiliki oleh seorang suami, terutama dalam menghadapi kondisi percekcokan dalam rumah tangga.

Jujur Dalam Hal Yang Sangat Beresiko Dalam Hubungan Rumah Tangga

Sebenarnya ini cukup beresiko namun jika berhasil, hal ini bisa memperkuat tingkat pemahaman istri tentang kesetiaan kita terhadapnya.

Dalam hal ini bisa terjadi pada kejujuran kita perihal keuangan. Tau sendirikan bahwa perekonomian keluarga juga merupakan salah satu yang bisa merusak hubungan berumah tangga.

Jadi jika ada pria yang menawarkan cinta doang untuk menikah, jangan terima. Karena hidup tidak hanya makan cinta, wkwkwkw.

Saya tuh orangnya jarang punya keinginan yang muluk-muluk, jadi jarang punya keinginan membeli sesuatu yang butuh dana besar. Maka sejak awal memang saya sangat transparan tentang keuangan saya, toh istri juga tau itu karena kita pernah satu perusahaan yang sama. Cieee cinlok..

Baca Juga :  Mengakui Kesalahan Adalah Jalan Pintas Menyelesaiakan Sebuah Konflik

Jadi di setiap gajian, saya akan memberikan semuanya pada istri dan meminta jatah kebutuhan harian selama sebulan. Jika dana kurang, saya tinggal minta lagi atau mencari sendiri dengan pekerjaan sampingan saya.

Nah di masa pandemi seperti ini, saya yang tidak bekerja adalah problem terbesar. Soalnya pemenuhan kebutuhan harian juga pasti akan tersendat karena kurangnya pemasukan harian. Namun karena pada awalnya kita sudah transparan, jadi istri cukup mengerti dalam hal ini dan memikirkan solusinya bersama-sama.

Di situlah saya menyadari bahwa pengertian adalah hal teromantis dari pada sebuah kata-kata indah.

Pernah juga saya jujur pada istri akan perasaan saya yang khilaf kepada wanita lain, bukan perasaan suka maupun cinta, namun hanya rasa tertarik saja.

Dan tau tidak jawabannya “Mas mau poligami ta?” begitu kata istri. Saya hanya tertawa akan hal tersebut, karena sejujurnya saya paling tidak suka dengan poligami. Karena saya juga merasa tidak ada keadilan di dalamnya terutama untuk wanitanya.

Entah kenapa dia merasa yakin bahwa saya tidak akan pernah melakukan hal tersebut, dan saya juga ingin berjuang untuk memenuhi keyakinan istri itu.

Perhatian Berarti Peka Dengan Keadaan

Tau tidak apa yang paling membuat istri saya cemburu? Hal itu adalah perhatian.

Dia sangat cemburu saat saya sedang asik dengan smartphone saya, dia cemburu saat saya lebih mementingkan teman saya dari pada dia, dia cemburu ketika saya lebih mementingkan tidur karena lelah padahal dia ingin membicarakan unek-uneknya.

Yah begitulah, dia sangat cemburu jika perhatian yang seharusnya dia inginkan waktu itu juga, namun tidak tersampaikan. Sederhana, namun  untuk mengetahui hal tersebut butuh kepekaan dalam diri suami.

Yah setidaknya di usia 7 tahun pernikahan kita, saya masih sering membuatnya kecewa. Terutama hal perhatian ini. Namun saya juga masih terus belajar agar bisa terus peka dalam memberi perhatian kepada istri bahkan untuk hal kecil.

Seperti perhatian yang teralihkan karena smartphone, maka saya akan memainkan smartphone jika berada di luar. Misalnya saat kerja sampingan maupun saat di rumah namun istri sedang keluar.

Begitupun saat bertemu dengan teman di luar, saya akan berusaha memberikan perhatian saya melalui smartphone. Entah melalui chat ataupun telpon untuk sekedar say hello dan tanya kabar “mungkin mau nitip sesuatu saat pulang nanti”.  

Dan untuk tidurpun, saya sekarang meminta izin terlebih dahulu kepada istri. Jika memang istri tidak mengizinkan, tentu dia punya alasan yang kuat untuk menahan saya tidak tidur. Karena memahami keinginan wanita itu tidak mudah, maka kita perlu yang namanya bicara dari hati ke hati dengan cara bersuara.

Yah begitulah ruwetnya berumah tangga. Tidak harus selalu romantis sih apalagi harus melankolis, cukuplah dengan pengertian bahwa kita ingin belajar memahami istri dengan hati yang tulus agar bisa bahagia namun bersama-sama.

^_^

Menuju Bahagia Dan Melampauinya

[AI]

Advertisements
Share This :

Yuk tuliskan unek-unek kalian di sini

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.