8 Langkah Mudah Pencegahan DBD

pencegahan dbd

Diperkirakan setidaknya ada hingga 5 juta kasus demam berdarah atau DBD di seluruh dunia tiap tahunnya. Untuk itu, lengkapi upaya hidup sehat dengan membeli asuransi kesehatan yang akan membuat Anda lebih tenang dalam menjalani hidup dengan berbagai jenis asuransi kesehatan ada di PFI.

Penyakit DBD bisa menyerang kapan saja, tetapi lebih sering terjadi saat musim hujan. Dengan mengetahui siklus penyakit ini, pencegahan DBD adalah hal yang penting untuk diketahui. Simak penjelasan seputar pencegahan DBD terbaik.

Mengenal Demam Berdarah Dengue (DBD)

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan virus dengue. Virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti yang dapat menggigit manusia pagi hari, sore, hingga menjelang petang.

Penyakit DBD merupakan salah satu penyakit tropis yang banyak ditemukan di indonesia. Menurut data yang dihimpun Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, DBD telah menjadi penyakit endemik di Indonesia sejak 1968.

Penyebaran dan jumlah penderita DBD juga cenderung meningkat setiap tahun dengan karakteristik virus yang berbeda-beda di setiap daerah. Karena itu, tindakan pencegahan DBD sangat penting diterapkan secara meluas melalui edukasi dan usaha bersama secara berkesinambungan.

Faktor Risiko, Gejala, dan Pengobatan DBD

Sama seperti penularan virus pada umumnya, penyakit DBD bisa lebih menjangkiti kelompok dengan faktor risiko seperti:

  • Daya tahan tubuh yang buruk/lemah
  • Hidup di lingkungan kurang sehat/bersih.
  • Hidup di wilayah yang sering terjadi hujan.
  • Anak-anak, remaja, dan lansia.

Jika seseorang terkena penyakit DBD, gejala umumnya akan timbul 2-7 hari setelah gigitan nyamuk dan dapat berlangsung selama 10 hari. Beberapa gejala DBD antara lain:

  • Demam tinggi hingga 40 derajat Celcius.
  • Nyeri sekujur tubuh, terutama di kepala, sendi, dan bagian belakang mata.
  • Berkurang nafsu makan.
  • Kelelahan akut (asthenia).
  • Mual dan muntah.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Ruam/bintik merah yang muncul sekitar 2-5 hari setelah demam.

Pada beberapa kasus serius, komplikasi Dengue Shock Syndrome (DSS) juga bisa terjadi dengan gejala sebagai berikut:

  • Perdarahan eksternal melalui hidung, gusi, atau di bawah kulit.
  • Pendarahan internal misalnya muntah hitam, batuk darah, BAB kehitaman.
  • Tekanan darah menurun.
  • Kulit basah dan dingin.
  • Denyut nadi melemah.
  • Dehidrasi.
  • Sesak napas.

Dikarenakan bisa berakibat fatal, disarankan agar tidak memandang sepele penyakit DBD. Jika terindikasi demam yang tidak kunjung reda, ada baiknya segera berobat ke dokter dan berkonsultasi supaya dapat dilakukan tes darah dan diagnosis untuk langkah medis.

Pengobatan awal demam berdarah dapat dilakukan di rumah dengan banyak mengonsumsi air, beristirahat, mengonsumsi obat pereda panas sesuai resep dokter, dan terus memantau perkembangan. J

ika tidak kunjung sembuh, Anda harus segera mendapatkan penanganan rumah sakit seperti infus, memantau tingkat kepekatan darah, memastikan jumlah trombosit sudah di atas 50.000/mm3.

8 Cara Pencegahan DBD yang Wajib Dipraktekkan

pencegahan dbd

Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Karena itu, pastikan Anda sudah memahami delapan cara pencegahan DBD berikut:

1. Melakukan 3M

Program 3M adalah salah satu pesan edukasi pemerintah Indonesia yang menekankan pencegahan DBD melalui beberapa tindakan berikut:

  • Menguras

membersihkan/membuang isi dari tempat yang sering menjadi penampungan air, misalnya bak mandi, kendi, air, drum dan tempat penampungan air di sekeliling rumah. Anda juga disarankan menggosok secara tuntas supaya tidak ada sisa telur nyamuk yang menempel pada dinding bak air.

Baca Juga :  Interior Fortuner Terbaru 2019

Saat musim hujan maupun pancaroba, usahakan menguras setiap hari untuk memutus siklus hidup nyamuk yang dapat bertahan di tempat kering selama 6 bulan.

  • Menutup

Setelah dikuras, setiap bak air atau tempat penampungan air harus ditutup rapat-rapat sebagai langkah pencegahan DBD yang efektif. Anda bisa menggunakan penutup seperti papan. Anda juga bisa mengubur barang bekas agar tumpukannya tidak menjadi sarang nyamuk berkembang biak.

  • Mendaur Ulang

Manfaatkan kembali atau daur ulang barang-barang bekas, terutama yang berisiko dijadikan perkembangbiakan nyamuk demam berdarah, misalnya botol bekas, ban tua, dan ember pecah.

2. Memaksimalkan dengan 3M Plus

Melanjutkan kegiatan pemberantasan sarang nyamuk melalui 3M, Kementerian Kesehatan Indonesia juga turut menggalakkan program 3M Plus dengan beberapa tahapan lanjutan untuk pencegahan DBD secara maksimal.

Pencegahan DBD 3M Plus adalah segala bentuk kegiatan pencegahan dalam lingkup pribadi maupun masyarakat, seperti:

  • Menaburkan bubuk larvasida di tempat penampungan air yang sulit dibersihkan.
  • Memasang kawat kasa pada jendela dan ventilasi.
  • Menggunakan kelambu saat tidur.
  • Memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk.
  • Menanam tanaman pengusir nyamuk.
  • Memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar.

3. Vaksinasi Dengue untuk Anak (9-16 tahun)

Vaksin Dengue adalah vaksin untuk pencegahan DBD pada anak atau mengurangi risiko tingkat keparahan penyakit. Berdasarkan penelitian, vaksin dengue bisa memiliki hasil efikasi terbaik pada anak usia 9-16 tahun. Untuk anak di bawah usia 9 tahun akan meningkatkan risiko untuk dirawat khusus dan dengue berat, khususnya anak usia 2-5 tahun.

Idealnya vaksin DBD dapat diberikan pada anak usia 9-16 tahun sebanyak tiga kali dengan jarak pemberian 6 bulan. Pemberian vaksin ini bisa dimulai kapan saja sejak anak mulai memasuki usia 9 tahun. Pencegahan DBD pada anak ini bisa didapatkan melalui rumah sakit atau dokter anak di daerah masing-masing

4. Pengasapan atau Fogging

Fogging atau pengasapan adalah salah satu metode pencegahan DBD dengan mengendalikan jumlah nyamuk Aedes aegypti. Penyemprotan insektisida ini dilakukan dengan mesin yang bisa mengeluarkan asap insektisida.

Biasanya insektisida ini terdiri atsa beberapa campuran bahan kimia yang efektif membunuh populasi nyamuk, terutama ketika sedang pada musim wabah penyakit DBD.

Namun, fogging harus dilakukan sesuai aturan Perda masing-masing daerah karena membutuhkan koordinasi dengan beberapa instansi terkait dan bukan atas inisiatif pribadi.

Fogging sebagai pencegahan DBD harus dilakukan secara hati-hati agar tidak mencemari lingkungan dan tetap harus diikuti dengan tindakan pencegahan DBD lain secara rutin.

5. Memanfaatkan Obat Antiserangga

Dengan kehadiran obat krim atau lotion antiserangga, Anda bisa memanfaatkan produk-produk topikal untuk pencegahan DBD bagi keluarga ataupun diri sendiri. Dalam hal memilih dan menggunakan obat anti-serangga, harus pastikan untuk memilih secara hati-hati, khususnya bagi anak dan wanita hamil.

Pastikan Anda hindari yang mengandung bahan aktif DEET atu picaridin. Bahan ini adalah bahan umum yang ditemukan karena cukup efektif dan tahan lama, tetapi mengandung formulasi kimia cukup tinggi. Konsultasikan kepada dokter atau ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan produk.

Baca Juga :  Kenali 3 Syarat Probiotik Yang Baik Untuk Anak

6. Mawas Jam-jam Berisiko

Dengan mengetahui habitat dan kebiasaan nyamuk Aedes aegypti, Anda bisa mengambil langkah pencegahan DBD yang lebih smart. Data dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menunjukkan kaitan antara perubahan iklim dan curah hujan dengan peningkatan kasus DBD.

Nyamuk DBD juga paling aktif mencari mangsa sekitar 2 jam setelah matahari terbit dan beberapa jam sebelum matahari tenggelam. Atau bisa juga menggigit pada malam hari di lokasi yang cukup penerangan. Selain itu, nyamuk Aedes bisa menggigit anjing dan hewan mamalia peliharaan lainnya.

Anda bisa membekali diri dengan tindakan pencegahan DBD. Salah satunya adalah dengan menghindari melakukan aktivitas outdoor pada jam-jam rawan atau pada masa musim hujan/pancaroba, serta lokasi yang berisiko.

Minimal, Anda bisa juga menggunakan pakaian berlengan panjang dan melindungi diri anak secara lebih saksama demi pencegahan DBD yang lebih maksimal.

7. Menjaga Nutrisi & Hidrasi

Pola makan diet yang sehat
Source image : pexels.com

Tidak dapat dipungkiri kalau sistem imunitas tubuh menjadi salah satu perisai perlindungan kesehatan yang tetap dapat diandalkan kapan saja.

Cara terbaik dalam meningkatkan sistem kekebalan tubuh pastinya adalah dengan menjaga asupan makanan padat gizi dan nutrisi. Anda bisa memilih makanan yang tinggi kadar vitamin C sebagai proteksi antivirus alami yang baik untuk tubuh.

Selain itu, konsumsi air putih dan pastikan sudah memenuhi kebutuhan air tubuh baik untuk keluarga. Dehidrasi berpotensi meningkatkan risiko kesehatan termasuk penyakit DBD.

8. Menjaga Kebersihan Diri & Lingkungan

Pada prinsipnya, menjaga kebersihan diri dan lingkungan adalah hal yang sangat penting dalam mencegah berbagai penyakit, termasuk juga pencegahan penyakit DBD.

Dikarenakan nyamuk DBD sangat membutuhkan faktor lingkungan untuk berkembang biak, pencegahan DBD harus dimulai dari kebiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara konsisten.

Hal-hal yang berkaitan dengan higienitas tubuh, misalnya tidak sembarangan membuang sampah, tidak menggantung baju sembarangan, lebih memperhatikan kondisi lingkungan rumah dan hal-hal kecil dalam pengurusan sampah dan barang bekas, semuanya akan turut berperan dalam pencegahan DBD yang efektif.

Selain itu, jangan lupa pentingnya mengajak masyarakat lingkungan sekitar untuk turut berperan aktif dalam menjaga kebersihan daerah. Sosialisasikan kegiatan gotong royong seperti memungut sampah bersama, membersihkan selokan, serta imbauan daur ulang bisa menjadi langkah pencegahan DBD dalam skala lebih besar dan maksimal.

Asuransi bagi Anda & Keluarga – Perlindungan DBD Secara Totalitas

Walaupun tidak semua penyakit DBD berakibat fatal, namun perawatan intens dibutuhkan demi memastikan keselamatan jiwa dan kesehatan yang bisa pulih total.

Rata-rata kasus DBD membutuhkan penanganan rumah sakit karena harus dipantau secara terus menerus oleh tenaga kesehatan. Mengingat pentingnya penanganan DBD secara tepat, segera lindungi diri Anda dan keluarga dengan produk asuransi kesehatan terbaik dari PFI Mega Life.

Dengan produk asuransi kesehatan yaitu Mega Hospita Investa dari PFI Mega Life, Anda akan mendapatkan dukungan finansial berupa santunan rawat inap, pengembalian premi, hingga santunan meninggal demi mendukung proses kesembuhan.

Advertisements
Share This :