Kamulah Bahagiaku Yang Sebenarnya

Masih ingatkah engkau, Telaga ini menjadi saksi bisu antara takdir kita berdua. Waktu itu, saat pertama kalinya kamu menerima cintaku. Aku sangat bahagia ketika kamu benar-benar mau menerimaku dan mau menjadi pasangan hidupmu. Entah sudah beberapa kali engkau menolakku perihal jadi pasangan hidupmu. Aku tahu, aku bukan typikal orang yang engkau sukai, dari kebiasaan burukku, […]

Share This :